Skip to main content

UJI MERUSAK BAHAN (HARDNEST TEST)






 
HARDNEST TEST 
3.1            Teori Dasar Percobaan
Kekerasan adalah sebagai tahanan sebuah benda (benda kerja) terhadap penetrasi/daya tembus dari benda yang lainnya yang lebih keras (penetrator).
  1. Kekerasan adalah suatu sifat mekanik bahan yang sebagian besar dipengaruhi oleh unsur-unsur paduannya. Karbon didalam besi (Fe) secara pasti mempengaruhi kualitasnya, dan kekerasan yang dibutuhkan dapat dicapai dengan perlakuan panas.
  2. Dari beberapa penyelidikan, bahwa bahan akan bertambah kekerasannya bila dikerjakan dengan cold worked (misalnya pengerolan dan penarikan).

3.1.1        Metode Brinell
Pengujian terdiri dari pemberian beban dari suatu bola baja yang berdiameter (D), dengan beban (F) terhadap benda kerja dan dengan mengukur diameter rata-rata (d) dari identasi pada permukaan benda setelah beban dilepaskan/dihilangkan. Kekerasan Brinell (HB) merupakan hasil bagi  yang didapat dari pembagian beban F (kg) dengan kurva luas permukaan tersebut dianggap sebagai suatu bagian dari bola baja yang berdiameter (D).

Tabel 3.1 Rumus mendapatkan harga kekerasan Brinell (HB).

Gambar 1. Pembebanan dengan penetrator bola baja pada metode Brinell

Tabel 3.2 Memperlihatkan hubungan dari penetrator-penetrator dan bahan-bahan.

Load
Ratio
DJ
Ball Diameter
Brinell
Hardness
Range
Application
10
N    (KP)
5
N    (KP)
2,5
N    (KP)
1,25
N     (KP)
1
N   (KP)
30
29420 (3000)
7355  (750)
1839 (187,5)
459,59 (46,9)
294,2  (30)
143 - 945
Steel grey cast iron

10

9607 (1000)
2450 (250)
612,9 (62,5)
152,9 (15,6)
96,07(10)
48 – 315
Non metals grey cast iron aluminium bend trenbed
5
4905 (500)
1226 (125)
360 (31,2)
76,49 (7,8)
49,03 (5)
23,9 – 158
Aluminium annelead
2,5
2452   (250)
612,9 (62,5)
152,93(15,6)
38,25 (3,9)
24,52 (2,5)
11,9 – 79
Berring metals
1,25
1225 (125)
306 (31,2)
76,49 (7,6)
19,51 (2)
11,77 (1,2)
6 - 39
Lead
0,5
490,3 (50)
122,5 (12,5)
30,40 (3,1)
7,85 (0,5)
4,9 (0,5)
2,4 – 15,8
Vern sell metals

Keterangan :
1.      Kekerasan Brinell dinotasikan dengan symbol HB yang didahului dengan harga standart kekerasan untuk kondisi-kondisi pengujian, yaitu :
1.  Diameter bola baja                  = 10 mm
2.  Beban                                      = 3000 kg.f
3.  Lama pembebanan                  = (10 – 15 ) detik
2.      Untuk kondisi-kondisi yang lain, symbol HB dilengkapi dengan index yang menunjukkan kondisi-kondisi dengan urutan sebagai berikut :
1.  Kekerasan Brinell
2.  Beban
3.  Lama pembebanan
Contoh :
350 HB 5 / 750 / 20 / berarti :
1.  Kekerasan Brinell                               = 350 HB
2.  Diameter bola baja yang diukur          = 5 mm
3.  Beban yang ditekan                            = 750 kg.f
4.  Lama pembebanan                              = 20 detik

3.1.2        Metode Rockwell
Pada metode ini, penetrator (alat  penekan) ditekan ke dalam benda kerja dengan pembebanan.
Dalamnya indentasi memberikan harga kekerasan, secara tepatnya adalah perbedaan kedalaman indentasi yang didapatkan dari beban mayor terpakai dan minornya menunjukkan kekerasan Rockwell.Cara-cara pengujian kekerasan Rockwell bervariasi yang ditunjukkan dengan huruf A,B,C dan D yang juga menunjukkan skala Rockwell yang digunakan.
Tabel 3.3 Mendapatkan harga kekerasan Rockwell C.
No
Simbol
Keterangan
Besaran
1.
2.
3.
4.
5.
6.


7.

8.



9.
-
-
F0
F1
F
-



-


c





HRC
Sudut puncak kerucut dari permata
Jari-jari kurva puncak kerucut
Beban awal
Beban tambahan
Beban total = F0 + F1 = 10 + 140
Kedalaman indentasi dengan beban awal sebelum beban tambahan diberikan

Pertambahan kedalaman indentasi dengan.
beban tambahan
Pertambahan kedalaman indentasi permanen
dengan beban awal setelah beban tambahan disingkirkan, dan pertambahannya dinyatakan dengan satuan 0,002 mm
Kekerasan Rockwell C 100 c
1200
0,2 mm
10 kg.f
140 kg.f
150 kg.f

-


-




-


-

Gambar 2. Pembebanan dengan penetrator diamond 1200 pada metode
Rockwell C.

Tabel 3.4 Mendapatkan kekerasan Rockwell B
No
Simbol
Keterangan
Besaran
1.
2.
3.
4.
5.

6.

7.



8.
D
F0
F1
F
-

-

c



HRB
Diameter bola baja
Beban awal
Beban tambahan
Beban total = F0 + F1 = 10 + 90
Kedalaman indentasi dengan beban awal sebelum beban tambahan diberikan
Pertambahan kedalaman indentasi dengan beban tambahan
Pertambahan kedalaman indentasi permanent dengan beban awal sesudah beban tambahan dihilangkan, dan pertambahannya dinyatakan dalam suatu satuan 0,002 mm
Kekerasan Rockwell B = 130 c
1,587 mm (1/16)
10 kg.f
90 kg.f
100 kg.f

-

­-






-
-





Gambar 3. Pembebanan dengan penetrator bola baja  pada metode
     Rockwell B.
                                                                                    
Tabel 3.5 Hubungan antara penetrator dengan beban yang digunakan.
Group Methode
Penetrator
Mayor Load
Miner Load
N                  (kg.f)
N                  (kg.f)
HRB
HRC
1/16” Ball
1200 diamond
980,7           (100)
1471            (150)
98,07             (10)
98,07             (10)
HRA
HRD
HRB
HRG
HRH
HRK
1200 diamond
1200 diamond
1/8” ball
1/16” ball
1/8” ball
1/8” ball
588,4            (60)
980               (100)
980,7            (100)     
1417             (150)
588,4            (60)
1471             (150)
98,07             (10)
98,07             (10)
98,07             (10)
98,07             (10)
98,07             (10)
98,07             (10)
HRL
HRM
HRP
HRR
HRS
¼” ball
¼” ball
¼” ball
½” ball
½” ball
588,4            (60)
980,7            (100)
1471             (150)
588,4            (60)
980,7            (100)
98,07             (10)
98,07             (10)
98,07             (10)
98,07             (10)
98,07             (10)
25 N
30 N
45 N
1200 diamond
1200 diamond
1200 diamond
1471,1          (15)
294,2            (30)
441,3            (45)
29,42             (3)
29,42             (3)
29,42            (3)
15 T
30 T
45 T
1/16” ball
1/16” ball
1/16” ball
147,1            (15)
294,2            (30)
422,3            (45)
29,42            (3)
29,42            (3)
29,42            (3)

Keterangan :
            Kekerasan Rockwell dinotasikan dalam symbol HR yang didahului dengan harga kekerasan dan dilengkapi dengan huruf yang menunjukkan skala/satuannya.
Contoh :
             60 HRC :   - Kekerasan Rockwell  = 60
                               - Dengan skala              = C         

<script async src="https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js"></script>
<!-- HTML iklan -->
<ins class="adsbygoogle"
     style="display:block"
     data-ad-client="ca-pub-8737837166271626"
     data-ad-slot="1059149895"
     data-ad-format="auto"
     data-full-width-responsive="true"></ins>
<script>
     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
</script>

3.1.3        Metode Vickers.
Indentor dari permata yang digunakan pada pengujian ini yang berbentuk piramida dengan bidang alas bujur sangkar dengan sudut puncak yang khusus. Dengan memberikan beban pada logam (benda kerja) dengan beban F dan diagonal indentasi pada benda kerja diukur setelah beban disingkirkan.
Kekerasan Vickers (HV) adalah suatu hasil bagi yang didapatkan dengan membagi beban yang dikenakan F (kg.f) dengan luasan bentangan pada permukaan indentasi (mm2) dan benda kerja, dengan memperhatikan bentuk piramida dengan alas bujursangkar dan diagonal d serta mempunyai sudut puncak yang sama dengan indentor dari permata.
 

Gambar 4. Pembebanan dengan penetrator diamond 1360 pada metode Vickers.


Comments

Popular posts from this blog

PENGUJIAN ROUGNESS (KEKASARAN PERMUKAAN)

https://youtu.be/swx7DZEnM-U <![endif]--> TEORI DASAR PENGUJIAN ROUGNESS 3.1       Teori Dasar             Permukaan suatu benda kerja dari hasil pengerjaan mesin maupun yang lainya tentu akan mempunyai kekasaran pada permukaan benda tersebut, baik yang bergelombang maupun yang rata. Diantaranya faktor-faktor susunan permukaan benda tersebut adalah halus atau kasar permukaannya. Kekasaran permukaan benda kerja bukan disebabkan oleh permukaan yang bergelombang. Gambar 3.1 Garafik Gelombang Kerataan             Kurva kekasaran ditunjukan sebagai Y = F(x) dengan panjang kurva 1m, dimana garis sumbu kurva kekasaran permukaan benda sebagai sumbu x dan pembesaran arah vertikal sebagai sumbu y, Harga kekasaran (Ra) dapat dihitung dengan rumus :           ...

PROSES PENCEGAHAN KOROSI PADA PIPA DIBAWAH LAUT

PROSES PENCEGAHAN PIPA DARI KOROSI Coating pipa banyak jenis dan macamnya. Diantaranya yaitu: Three Layer Pholyethilen, Three layer polypropylene, FBE powder Coating, Cement Lining, Coating Coltar, Varnish, Galvanis, Coating Tape dan Epoxy seperti yang telah dibahas pada Bab tiga. Pada projek ichthys ini proses pengaplikasian coating menggunakan metode Multi layer polypropylene sehingga kekuatan dan fungsinya sesuai dengan yang diharapkan oleh client. Fungsi utama dari proses pengaplikasian ini adalah untuk mencegah terjadinya korosi dan mencegah terbentuknya Hidrat sebagai mana yang telah dijelaskan pada bab tiga. 1. MLPP Champer             MLPP Champe merupakan permukaan yang harus diperhatikan agar kemiringan dari MLPP dasar tidak kurang dari 3 0 dengan toleransi +5 0 . fungsi dari pembuatan champer ini agar saat   proses IMPP tidak terjadi disbonment . Sehingga   kualitas dan kerekatan ( bondit ) pada saat pengap...