Skip to main content

Pengertiang NTD / non-destructive test

Non Destructive Testing (NDT)

Apa Itu NDT ?

https://youtu.be/swx7DZEnM-U




Nondestructive Testing (NDT) atau dalam bahasa Indonesia dikenal sebagau Uji Tak Rusak (UTR), adalah bidang keahlian interdisipliner yang memainkan peran penting dalam memastikan bahwa komponen dari suatu struktur atau sistem melaksanakan fungsinya secara baik, efektif, dapat diandalkan dan dengan biaya yang terjangkau. Para pioneer NDT mendefinisikan dan mengimplementasikan metode ini sebagai metode untuk menemukan kemungkinan adanya cacat serta karakteristik suatu material yang mungkin menyebabkan pesawat mengalami gangguan, kegagalan reaktor, tergelincirnya kereta api, pipa meledak, dan berbagai peristiwa lainnya.
adapun beberapa NDT yang sering dilakukan adalah sebagai berikut: 

1. Pemeriksaan Visual
Pemeriksaan visual digunakan untuk melihat defect pada permukaan komponen yang berukuran besar atau tampak mata. Kelemahan pengujian ini adalah hasil kurang akurat dan tidak dapat digunakan untuk mengidentifikasi defect kecil dan berada pada bagian dalam part.

2. Liquid Penetrant
Larutan penetrant diaplikasikan pada permukaan komponen yang telah dibersihkan sebelumnya. larutan penetrant masuk ke bagian defect pada permukaan karena kapilaritas. kelebihan larutan penetrant dibersihkan dari permukaan dengan kain lap. zat bernama developer di aplikasikan untut menarik penetrant yang berada dalam defect kembali ke permukaan sehingga memperjelas bahwa didaerah defect tersebut mengindikasikan adanya defect.
Metode liquid penetrant digunakan untuk menentukan posisi crack, porosity dan defect lain yang merusak permukaan material dan mempunyai volume cukup untuk ditempati dan menahan larutan penetrant. Larutan penetrant dapat dengan efektif digunakan untuk menginspeksi defect pada permukaan yang luas dan tidak berpori. 
Keuntungan metode liquid penetrant:

<script async src="https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js"></script>
<!-- HTML iklan -->
<ins class="adsbygoogle"
     style="display:block"
     data-ad-client="ca-pub-8737837166271626"
     data-ad-slot="1059149895"
     data-ad-format="auto"
     data-full-width-responsive="true"></ins>
<script>
     undefinedadsbygoogle = window.adsbygoogle || []).pushundefined{});
</script>

  • · Dapat menginspeksi permukaan yang luas dengan murah dan cepat
  • · Dapat menginspeksi part dengan geometri yang kompleks.
  • · Indikasi defect langsung ditampilkan pada permukaan material dengan tampilan visual.
  • · Peralatan yang dibutuhkan sedikit.
Kekurangan metode liquid penetrant:
  • · Hanya mendeteksi defect yang merusak permukaan
  • · Membutuhkan preparasi permukaan untuk menghilangkan kontaminan yang dapat menutupi defect
  • · Membutuhkan permukaan yang relatif halus dan tak berpori
  • · Membutuhkan pembersihan setelah pengujian
  • · Membutuhkan ruangan dengan lingkungan gelap dan sinar UV dalam pengujian
  • · Membutuhkan kehati-hatian dalam menggunakan zat kimia (larutan penetrant dan developer).


3. Radiography (RT) 
RT menggunakan penetrasi sinar  gamma atau X-Ray pada benda uji untuk mencari cacat atau memeriksa fitur internal atau tersembunyi. Sebuah generator X-ray atau isotop radioaktif digunakan sebagai sumber radiasi. Radiasi diarahkan melalui benda uji dan pada film atau detektor lainnya. The shadowgraph yang dihasilkan menunjukkan fitur internal dan kondisi fisik benda uji. Ketebalan benda uji dan perubahan densitas terlihat sebagai warna yang lebih terang atau lebih gelap pada film atau detektor.



4. Magnetic Particle Testing (MT) 
Metode NDT ini dilakukan dengan menginduksi medan magnet pada benda uji yang bersifat feromagnetik dan kemudian menaburkan partikel besi pada permukaan uji ( partikel kering atau dilaritkan dalam cairan). Cacat pada permukaan dan dekat-permukaan (subsurface) akan mengganggu aliran medan magnet di dalam benda uji dan mengakibatkan beberapa garis magnet bocor keluar di permukaan (Flux leakage). Partikrl besi akan tertarik dan terkonsentrasi di lokasi kebocoran fluks magnet. Hal ini menghasilkan indikasi cacat pada permukaan material. Gambar di bawah menunjukkan komponen sebelum dan setelah pemeriksaan menggunakan partikel magnetik kering.


5. Ultrasonic Testing (UT)
Dalam pengujian ultrasonik, gelombang suara frekuensi tinggi ditransmisikan pada benda uji untuk mendeteksi ketidaksempurnaan atau untuk mencari perubahan pripertis material benda uji. Teknik pengujian yang paling umum digunakan adalah pulse-echo, dimana suara ditembakkan ke dalam benda uji dan refleksi (echo) dari ketidaksempurnaan internal atau permukaan geometris akan kembali ke receiver. Berikut adalah contoh dari pemeriksaan pengelasan menggunakan UT. Perhatikan indikasi yang naik ke batas atas layar. Indikasi ini diproduksi oleh suara yang dipantulkan dari sebuah cacat dalam sambungan las.


 
6. Penetrant Testing (PT)
Dengan metode pengujian ini, benda uji dibasahi dengan cairan yang mengandung pewarna visible atau fluorescene. Cairan tersebut akan meresap pada celah atau discontinuity yang diindikasikan sebagai cacat. Setelah cairan meresap, kelebihan cairan pada permukaan benda uji dibersihkan. Developer kemudian disemprotkan untuk menarik keluar penetran dari cacat  Perbedaan warna yang kontras antara developer dan cairan penetran yang muncul keluar merepresentasikan suatu indikasi cacat.
 
7. Electromagnetic Testing (ET) 
Ada beberapa metode pengujian elektromagnetik tetapi fokus di sini akan pada pengujian eddy current. Dalam pengujian eddy current, arus listrik (arus eddy) dihasilkan dalam material uji akibat perubahan medan magnet. Kekuatan arus eddy ini dapat diukur. Cacat pada benda uji menyebabka interupsi pada aliran eddy current, interupsi inilah yang diamati oleh Inspektor sebagai indikasi adanya cacat atau perubahan lainnya pada benda uji. Eddy current juga dipengaruhi oleh konduktifitas elektrik dan sifat permeability dari benda uji. 

8. Leak Testing (LT)
Beberapa teknik digunakan untuk mendeteksi dan menemukan kebocoran pada bejana bertekanan, pipa, dan struktur lainya. Kebocoran dapat dideteksi dengan menggunakan perangkat elektronik leak test, pressure gauge measurements, teknik penetran dan gas, atau tes gelembung sabun sederhana.

9. Acoustic Emission Testing (AE) 
Ketika sebuah materi padat mengalami stres, ketidaksempurnaan  pada material akan memancarkan energi akustik pendek yang disebut "emisi." Seperti dalam pengujian ultrasonik, emisi akustik dapat dideteksi dengan receiver khusus. Sumber emisi dapat dievaluasi melalui studi intensitas dari emisi yang ditangkap dan waktu kedatangan untuk mengumpulkan informasi (seperti lokasi) tentang sumber-sumber emisi tersebut.

Comments

Popular posts from this blog

PENGUJIAN ROUGNESS (KEKASARAN PERMUKAAN)

https://youtu.be/swx7DZEnM-U <![endif]--> TEORI DASAR PENGUJIAN ROUGNESS 3.1       Teori Dasar             Permukaan suatu benda kerja dari hasil pengerjaan mesin maupun yang lainya tentu akan mempunyai kekasaran pada permukaan benda tersebut, baik yang bergelombang maupun yang rata. Diantaranya faktor-faktor susunan permukaan benda tersebut adalah halus atau kasar permukaannya. Kekasaran permukaan benda kerja bukan disebabkan oleh permukaan yang bergelombang. Gambar 3.1 Garafik Gelombang Kerataan             Kurva kekasaran ditunjukan sebagai Y = F(x) dengan panjang kurva 1m, dimana garis sumbu kurva kekasaran permukaan benda sebagai sumbu x dan pembesaran arah vertikal sebagai sumbu y, Harga kekasaran (Ra) dapat dihitung dengan rumus :           ...

PROSES PENCEGAHAN KOROSI PADA PIPA DIBAWAH LAUT

PROSES PENCEGAHAN PIPA DARI KOROSI Coating pipa banyak jenis dan macamnya. Diantaranya yaitu: Three Layer Pholyethilen, Three layer polypropylene, FBE powder Coating, Cement Lining, Coating Coltar, Varnish, Galvanis, Coating Tape dan Epoxy seperti yang telah dibahas pada Bab tiga. Pada projek ichthys ini proses pengaplikasian coating menggunakan metode Multi layer polypropylene sehingga kekuatan dan fungsinya sesuai dengan yang diharapkan oleh client. Fungsi utama dari proses pengaplikasian ini adalah untuk mencegah terjadinya korosi dan mencegah terbentuknya Hidrat sebagai mana yang telah dijelaskan pada bab tiga. 1. MLPP Champer             MLPP Champe merupakan permukaan yang harus diperhatikan agar kemiringan dari MLPP dasar tidak kurang dari 3 0 dengan toleransi +5 0 . fungsi dari pembuatan champer ini agar saat   proses IMPP tidak terjadi disbonment . Sehingga   kualitas dan kerekatan ( bondit ) pada saat pengap...